Di Kesempatan kali ini, saya akan
mencoba sharing tentang cara setting bridge atau dial PPPoE modem speedy diMikroTik. Biasanya, telkom speedy memasang modem di sisi customer/pelanggan,
supaya bisa menerima koneksi internet yang di berikan, dimana modem dijadikan
sebagai PPPoE Client.
Karena modem ADSL yang diberikan oleh telkom speedy mempunyai fungsi yang tidak lengkap untuk manajemen jaringan. Dengan itu biasanya kita menambahkan router tambahan seperti router Mikrotik. Dan hasilnya akan mempunyai topologi seperti ini Line Telp -> Modem -> Mikrotik -> Switch -> Komputer Client.
Karena modem ADSL yang diberikan oleh telkom speedy mempunyai fungsi yang tidak lengkap untuk manajemen jaringan. Dengan itu biasanya kita menambahkan router tambahan seperti router Mikrotik. Dan hasilnya akan mempunyai topologi seperti ini Line Telp -> Modem -> Mikrotik -> Switch -> Komputer Client.
Tujuan Penerapan Bridge Mode Pada Modem ADSL
- IP Public speedy terpasang di MikroTik, yang akan mempermudah remote router mikrotik Anda dari internet, menerapkan port forwarding (dst-nat), atau setting mikrotik menjadi vpn server.
- Mengurangi 1 hop router, jadi modem ADSL anda tidak berfungsi sebagai NAT router.
Karena IP
Public speedy dinamis, untuk mempermudah akses router mikrotik Anda. Anda bisa
menggunakan fitur IP Cloud MikroTik. Agar IP Public anda di translate menjadi
nama domain yang mudah di ingat.
Cara Setting
Dial PPPoE Speedy di MikroTik
Sebelum memulai pastikan Anda sudah punya router MikroTik dan menyimpan username speedy dan password (contoh: 1234567890@telkom.net) speedy yang benar.
Setting Bridge Mode di Modem Speedy
Sebelumnya kita harus mengubah mode pada modem adsl speedy kita ke "Bridge Mode" dengan cara :
- Buka browser dan ketik IP modem speedy Anda (biasanya 192.168.1.1 atau 192.168.1.254) dengan login user admin pass admin.
- Klik "Interface Setup" kemudian "Internet"
- Pada opsi "ISP" pilih "Bridge Mode"
- Klik "Save"
Dial PPPoE Speedy di MikroTik
Kemudian lanjut ke router MikroTik, untuk menjadikan router Mikrotik sebagai PPPoE Client.
- Login menggunakan Winbox
- Klik menu "PPP"
- Klik "+" pada tab "Interface" untuk menambahkan
- Pilih "PPPoE Client"
Pada kolom
name, rename dengan nama interface PPPoE speedy anda.
Pada opsi "Interfaces" pilih interface/port mikrotik yang terhubung dengan modem speedy.
Pada opsi "Interfaces" pilih interface/port mikrotik yang terhubung dengan modem speedy.
- Klik tab "Dial Out"
- Isi dengan username speedy Anda pada kolom "Username"
- Isi dengan password speedy Anda pada kolom "Password"
- Klik "Apply" atau "OK"
Jika interface/port, username dan
password benar, status di bawah kanan jendela menjadi "connected" atau
flag interface menjadi "R" atau Running.

Periksa kembali pada IP > Address, IP > Route, IP > DNS. Akan muncul konfigurasi IP yang diberikan speedy untuk mikrotik router bisa terkoneksi dengan internet.

Setelah sampai di sini tentunya dari sisi Router MikroTik sudah dapat terhubung ke internet selanjutnya hanya tinggal setting IP Address dan NATing pada komputer komputer client atau supaya client dapat IP secara otomatis jalankan saja DHCP Server di MikroTik
![]() |
| Download Cara Setting Bridge Modem Speedy dan Dial PPPoE Speedy di MikroTik Jika link perujuk mati mohon tinggalkan komentar. |





2 comments
commentsKalau mengatur pppoe client di debian gimana ya min?
Reply1. Coba sendiri utak-atik tapi default gateway tdk dapat dari dhcp server ISPnya, adanya malah interface pppoe cuman 0.0.0.0 ketika dicek dengan "route -n", padahal sudah menambahkan perintah 'defaultroute' ke konfigurasi di "/etc/ppp/peers/indihome", jadi perlu tambah manual dgn perintah "route add default gw ..." dengan cek ip gateway-nya pakai "ifconfig".
2. Client jaringan WLAN lain juga tidak bisa akses internet, padahal /etc/sysctl.conf sudah diset net.ipv4.ip_forward=1 & nat masquerade sudah diatur juga di iptables-nya.
Berikut tutorial yang sudah dicoba min: https://blog.confirm.ch/using-pppoe-on-linux/
Terima kasih sebelumnya, min.
Maaf bang akun baru ketemu...
Reply