Showing posts with label MikroTik. Show all posts
Showing posts with label MikroTik. Show all posts

Cara mengkonfigurasi Routing Static pada router modem TP-Link ADSL2+ (Telkom Speedy)

Routing static adalah jalur yang telah ditentukan sebelumnya sehingga informasi jaringan harus berjalan untuk mencapai host atau jaringan tertentu. Data dari satu titik ke titik lainnya akan selalu mengikuti jalur yang sama tanpa memperhatikan pertimbangan lainnya. Penggunaan Internet normal tidak memerlukan pengaturan ini untuk dikonfigurasi.

Langkah 1
Buka web browser dan ketik alamat IP perangkat di address bar (defaultnya adalah 192.168.1.1).

Langkah 2
Ketik username dan password di halaman login, username dan password default keduanya adalah admin dan kemudian klik OK untuk login di halaman web.

Langkah 3
Klik Advanced Setup-> Routing, dan Anda akan melihat informasi routing di layar berikutnya.




Langkah 4Klik tombol ADD ROUTE untuk menambahkan rute baru.



Destination IP Address : Parameter ini menentukan alamat IP dari tujuan akhir.IP Subnet Mask : Masukkan subnet mask untuk tujuan ini.Gateway IP Address : Masukkan alamat IP dari gateway. Gateway adalah tetangga terdekat dari Router ADSL Anda yang akan meneruskan paket ke tujuan. Di LAN, gateway harus menjadi router pada segmen yang sama dengan Router Anda; over Internet (WAN), gateway harus berupa alamat IP dari salah satu node yang jauh.Metric : Metrik mewakili "biaya" transmisi untuk keperluan perutean. Masukkan nomor yang mendekati biaya untuk link ini. Jumlahnya tidak perlu tepat, tapi harus antara 1 dan 15. Dalam prakteknya, 2 atau 3 biasanya adalah angka yang bagus.
Announced in RIP : Jika disetel ke Yes, rute ke node jauh ini akan disebarkan ke host lain melalui RIP Broadcasts. Jika Tidak, rute ini dijaga tetap pribadi dan tidak termasuk dalam RIP Broadcasts.

Di sini kita ambil contoh aplikasi berikut.


 
Modem TD-W8961ND terhubung ke Internet melalui koneksi PPPoE dan juga terhubung ke port1 Router1  oleh kabel Ethernet. Komputer1 yang terhubung ke
Modem TD-W8961ND akan online secara otomatis oleh koneksi PPPoE dan tidak dapat mengakses Local Network via Router 1 (Komputer2).

Agar komputer1 dapat mengakses komputer2, kita perlu mengatur perutean statis pada Modem TD-W8951ND dan paket yang memerlukan akses komputer2 akan diteruskan ke Router1. 
Pengaturan pada TD-W8951ND adalah sebagai berikut: 


Setelah semua telah diisi dengan benar langkah terakhir adalah dengan menyimpan semua hasil konfigurasi dengan mengklik tombol SAVE.
Hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah.

 
Dengan demikian seharusnya Komputer1 sudah dapat terhubung dengan Komputer2.
Demikianlah cara mengkonfigurasi Routing Static pada router modem TP-Link ADSL2+. Jika belum berhasil coba ulangi langkah diatas dengan lebih seksama.

Cara Setting Bridge Modem Speedy dan Dial PPPoE Speedy di MikroTik

Di Kesempatan kali ini, saya akan mencoba sharing tentang cara setting bridge atau dial PPPoE modem speedy diMikroTik. Biasanya, telkom speedy memasang modem di sisi customer/pelanggan, supaya bisa menerima koneksi internet yang di berikan, dimana modem dijadikan sebagai PPPoE Client.

Karena modem ADSL yang diberikan oleh telkom speedy mempunyai fungsi yang tidak lengkap untuk manajemen jaringan. Dengan itu biasanya kita menambahkan router tambahan seperti router Mikrotik. Dan hasilnya akan mempunyai topologi seperti ini Line Telp -> Modem -> Mikrotik -> Switch -> Komputer Client.
Tujuan Penerapan Bridge Mode Pada Modem ADSL
  1. IP Public speedy terpasang di MikroTik, yang akan mempermudah remote router mikrotik Anda dari internet, menerapkan port forwarding (dst-nat), atau setting mikrotik menjadi vpn server. 
  2. Mengurangi 1 hop router, jadi modem ADSL anda tidak berfungsi sebagai NAT router. 
Karena IP Public speedy dinamis, untuk mempermudah akses router mikrotik Anda. Anda bisa menggunakan fitur IP Cloud MikroTik. Agar IP Public anda di translate menjadi nama domain yang mudah di ingat.

Cara Setting Dial PPPoE Speedy di MikroTik

Sebelum memulai pastikan Anda sudah punya router MikroTik dan menyimpan username speedy dan password (contoh: 1234567890@telkom.net) speedy yang benar.
Setting Bridge Mode di Modem Speedy 

Sebelumnya kita harus mengubah mode pada modem adsl speedy kita ke "Bridge Mode" dengan cara :
  • Buka browser dan ketik IP modem speedy Anda (biasanya 192.168.1.1 atau 192.168.1.254) dengan login user admin pass admin.
  • Klik "Interface Setup" kemudian "Internet"
  • Pada opsi "ISP" pilih "Bridge Mode"
  • Klik "Save"


Dial PPPoE Speedy di MikroTik

Kemudian lanjut ke router MikroTik, untuk menjadikan router Mikrotik sebagai PPPoE Client.
  • Login menggunakan Winbox
  • Klik menu "PPP"
  • Klik "+" pada tab "Interface" untuk menambahkan
  • Pilih "PPPoE Client"
Pada kolom name, rename dengan nama interface PPPoE speedy anda.
Pada opsi "Interfaces" pilih interface/port mikrotik yang terhubung dengan modem speedy.
  • Klik tab "Dial Out"
  • Isi dengan username speedy Anda pada kolom "Username"
  • Isi dengan password speedy Anda pada kolom "Password"
  • Klik "Apply" atau "OK"
Jika interface/port, username dan password benar, status di bawah kanan jendela menjadi "connected" atau flag interface menjadi "R" atau Running.
 
Periksa kembali pada IP > Address, IP > Route, IP > DNS. Akan muncul konfigurasi IP yang diberikan speedy untuk mikrotik router bisa terkoneksi dengan internet.
Setelah sampai di sini tentunya dari sisi Router MikroTik sudah dapat terhubung ke internet selanjutnya hanya tinggal setting IP Address dan NATing pada komputer komputer client atau supaya client dapat IP secara otomatis jalankan saja DHCP Server di MikroTik 

Download Cara Setting Bridge Modem Speedy dan Dial PPPoE Speedy di MikroTik

Jika link perujuk mati mohon tinggalkan komentar.



Cara Mudah Setting MikroTik Sebagai DHCP Server / DHCP Client


 
Dynamic Host Configuration Protocol(DHCP) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP server dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Protokol DHCP terdiri dari dua bagian. Kedua bagian ini adalah:
  • Server DHCP, MikroTik yang berperan memberikan otomatis IP address, IP DNS, dan default gateway pada PC client-client kita. Jadi kita tidak perlu pusing pembagian IP pada masing-masing PC, coba anda bayangkan jika PC client anda ada 200 PC yang harus mempunyai IP untuk bisa terhubung dengan mikrotik anda.
  • Client DHCP, yang memungkinkan MikroTik untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Agar dapat menerima informasi IP address, IP DNS, dan default gateway dari DHCP Server.

Disini saya akan mencontohkan bagaimana menjadikan router mikrotik sebagai DHCPServer / DHCP Client

Di Kesempatan kali ini, kita membuat DHCP server dengan mikrotik menggunakan winbox, tujuannya adalah memberikan otomatis IP address pada PC client kita. Jadi kita ngga perlu pusing pembagian IP pada masing-masing PC.

Masuk winbox ke menu IP > DHCP Server > tab DHCP Klik DHCP Setup (kita pakai feature wizard Setting MikroTik Sebagai DHCP Server di Winbox)

Select interface to run DHCP server on
Tentukan interfaces mana untuk menjalankan DHCP Server, di contoh ini saya buat di “ether2-lan” karena interfaces tersebut tersambung di jaringan/switch lokal.
DHCP Server Interfaces : ether2-lan
Klik Next
Select gateway for given network
Disini isi dengan IP MikroTik agan yang nantinya menjadi IP gateway di PC Client.
Gateway for DHCP Network : 192.168.1.1
Klik Next

Select pool of ip addresses given out by DHCP Server
Tentukan range IP address yang akan di berikan ke PC client
Addresses to Give Out : 192.168.1.2-192.168.1.254
Klik Next

Select DNS Servers
Isi dengan IP DNS yang diberikan ke PC client, contoh ini saya isi IP mikrotiknya, pasttin dulu mikrotik sekaligus menjadi DNS server dengan centang “Allow Remote Request” di menu winbox IP > DNS
DNS Servers : 192.168.1.1
Klik Next

Pada wizard terakhir Leased Time Klik Next dan anda sudah menjadikan MikroTik Sebagai DHCP Server menggunakan winbox.

Pengetesan akhir
Setting LAN card di komputer anda menjadi “Obtain an IP address automatically”

Jika sukses maka status LAN card anda dapat IP Address yang sudah ditentukan seperti gambar di bawah :
 

Di sini kita akan menjadikan MikroTik sebagai DHCP Client, contoh kasus jika ISP/provider internet anda memberikan IP address dynamic (berubah-ubah) atau jika anda menggunakan ISP Telkom Speedy, mikrotik akan menerima IP otomatis dari modem speedy atau menggunakan ISP FastNet agar menerima IP Public dari modem FastNet agar mikrotik dapat terkoneksi dengan internet.

Di Winbox masuk menu IP > DHCP Client.
 
  • Klik icon “+
  • Pada tab DHCP kolom “Interface:” pilih interface/port atau contoh port yang terhubung dengan modem speedy/fastnet.
  • Centang “Use Peer DNS“, “Use Peer NTP” dan “Add Default Route” dan klik Apply.
  • Pada tab “Status”, terlihat mikrotik anda menerima IP Address, DNS dan default gateway dari server DHCP.
Download Cara Mudah Setting MikroTik Sebagai DHCP Server / DHCP Client


* Jika Link perujuk mati mohon tinggalkan komentar

Konfigurasi Dasar MikroTik


Teringat waktu private basic mikrotik di lab IJC oleh Pak Rendra Towidjojo.
Sebagai seorang administrator jaringan pasti sudah tidak asing lagi dengan outline dibawah ini.
tapi sebagai pemula harus belajar dari dasar-dasar ini. berikut ulasannya:
Outline:
  • Interface Configuration
  • IP Address
  • Default Gateway
  • DNS Server
  • Masquerade
  • ARP
  • Username
  • Identity
  • NTP Client
  • Monitoring
  • Backup

Interface Configuration

Untuk membangun sebuah Router dengan menggunakan MikroTik, maka dibutuhkan minimal dua buah Interface. Jika menggunakan RouterBoard RB750, maka kita dapat menggunakan 5 (lima) Interface.
Untuk melihat jumlah dan status Interface jaringan pada MikroTik, dapat digunakan perintah :
 [admin@MikroTik] > interface print Flags: D – dynamic, X – disabled, R – running, S – slave
#       NAME                                        TYPE             MTU   L2MTU
0       ether1-gateway                              ether            1500  1526
1  R  ether2-local-master                       ether            1500  1524
2      ether3-local-slave                          ether            1500  1524
3      ether4-local-slave                          ether            1500  1524
4      ether5-local-slave                          ether            1500  1524
Untuk menshutdown sebuah Interface (misalnya interface ether1), dapat digunakan perintah sebagai berikut :
[admin@MikroTik] > interface disable 0
[admin@MikroTik] > interface print   
Flags: D – dynamic, X – disabled, R – running, S – slave
 #     NAME                TYPE             MTU   L2MTU
 0  X  ether1-gateway      ether            1500  1526
 1  R  ether2-local-master ether            1500  1524
 2     ether3-local-slave  ether            1500  1524
 3     ether4-local-slave  ether            1500  1524
 4     ether5-local-slave  ether            1500  1524
 
Secara default ether3, ether4 dan ether5 merupakan interface slave dari ether2. Ketiga interface tersebut hanya berfungsi sebagai port switch yang menginduk ke interface ether2.

IP Address

Berdasarkan topologi yang akan digunakan maka MikroTik  Router yang akan digunakan adalah MikroTik dengan 2 buah Interface. Interface ini terdiri    dari :
  • Interface LAN (10.10.10.1/24), interface ini merupakan ether2 pada MikroTik dan akan terhubung dengan Jaringan Lokal (LAN)
  • Interface WAN (222.124.222.162/28), interface ini merupakan ether1 pada MikroTik dan akan terhubung ke jaringan publik (Internet) melalui ISP
Perintah yang dapat digunakan untuk melakukan konfigurasi IP Address pada Interface adalah sebagai berikut :
[admin@MikroTik] >ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether2
[admin@MikroTik] >ip address add address=222.124.222.162/28 interface=ether1

Untuk memeriksa konfigurasi yang sudah dilakukan dapat digunakan perintah sebagai berikut :
 [admin@MikroTik] >ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
 #   ADDRESS            NETWORK         BROADCAST       INTERFACE
 0   222.124.222.162/28 222.124.222.160 222.124.222.175 ether1
 1   10.10.10.1/24      10.10.10.0      10.10.10.255    ether2
 Bila menggunakan WinBox, maka konfigurasi dapat dilakukan melalui menu IP -> Addresses

Default Gateway

Default Gateway merupakan router tetangga (biasanya ISP) yang merupakan path (jalur) ke Internet. Pada skenario topologi yang digunakan Default Gateway bagi MikroTik Router adalah Router ISP dengan IP Address 222.124.222.161
Perintah yang dapat digunakan untuk mengkonfigurasikan default gateway adalah sebagai berikut :
 [admin@MikroTik] >ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=222.124.222.161
 Sedangkan untuk memeriksa konfigurasi default gateway pada tabel routing, dapat digunakan perintah sebagai berikut :
 [admin@MikroTik] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme,
B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 A S  0.0.0.0/0                          222.124.224.161                              1
 1 ADC  10.10.10.0/24      10.10.10.1      ether1                               0
 2 ADC  222.124.224.160/28 222.124.224.162 ether2         0
 Bila menggunakan WinBox, konfigurasi dapat dilakukan melalui menu IP –> Routes, tab Routes –> Add

DNS Server

Berdasarkan Skenario, maka DNS server yang digunakan adalah DNS Server ISP dengan IP Address = 222.124.222.161
Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
[admin@MikroTik] > ip dns set servers=222.124.222.161 allow-remote-requests=yes
 
[admin@MikroTik] > ip dns print
                servers: 222.124.222.161
  allow-remote-requests: yes
    max-udp-packet-size: 512
             cache-size: 2048KiB
          cache-max-ttl: 1w
             cache-used: 5KiB
 
Setelah DNS dikonfigurasikan, pengujian dapat dilakukan dengan melakukan ping ke sebuah situs Internet.
[admin@MikroTik] > ping www.google.com
216.239.61.104 64 byte ping: ttl=55 time=162 ms
216.239.61.104 64 byte ping: ttl=56 time=164 ms
216.239.61.104 64 byte ping: ttl=56 time=169 ms
3 packets transmitted, 3 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 162/165.0/169 ms
Bila menggunakan WinBox, konfigurasi dapat dilakukan melalui menu IP –> DNS –> Static –> Settings

 

Masquerade

Masquerade diperlukan untuk memberikan akses Internet kepada Client yang berada pada jaringan lokal. Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
 [admin@MikroTik] > ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
 
[admin@MikroTik] > ip firewall nat print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
 0   chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1

ARP (Address Resolution Protocol)

ARP merupakan protokol yang akan memetakan L2 Address (MAC Address) dengan L3 Address (IP Address). Pemetaan yang dilakukan oleh ARP dapat dilihat dengan perintah sebagai berikut :
 [admin@MikroTik] > ip arp print
Flags: X – disabled, I – invalid, H – DHCP, D – dynamic
 #   ADDRESS         MAC-ADDRESS       INTERFACE                                            
 0 D 10.10.10.2      00:0C:29:A0:BA:4F ether2                                               
 1 D 10.10.10.3      00:0C:29:E5:CE:D0 ether2                                               
 2 D 10.10.10.4      00:50:56:C0:00:01 ether2                                                
 Pemetaan IP dan MAC Address juga dapat dilakukan dengan perintah :
 [admin@MikroTik] > ip arp add address=10.10.10.4 mac-address=00:11:22:33:44:55 interface=ether2
 
[admin@MikroTik] > ip arp print
Flags: X – disabled, I – invalid, H – DHCP, D – dynamic
 #   ADDRESS         MAC-ADDRESS       INTERFACE                                            
 0 D 10.10.10.2      00:0C:29:E5:CE:D0 ether2                                               
 1 D 10.10.10.3      00:50:56:C0:00:01 ether2                                                
 2   10.10.10.4      00:11:22:33:44:55 ether2      
Bila menggunakan Winbox, maka untuk melihat tabel ARP dapat dilakukan melalui menu IP –> ARP

Username

Secara default MikroTik akan menggunakan ‘admin’ sebagai username dan tanpa password (null password). User lain dapat ditambahkan dan dapat dikelompokkan sebagai user yang dapat melakukan konfigurasi (write) maupun hanya untuk monitoring (read).
Untuk melihat daftar user dalam sistem MikroTik, dapat digunakan perintah sebagai berikut :
[admin@MikroTik] > user print
Flags: X – disabled
 #   NAME                          GROUP              ADDRESS
0     ;;; system default user
admin                         full              0.0.0.0/0
Address 0.0.0.0/0 menandakan bahwa user admin dapat mengakses MikroTik dari mana saja, baik dari dalam jaringan internal (LAN) maupun dari Internet.
Sedangkan untuk memberikan password pada user ‘admin’  dapat digunakan perintah sebagai berikut :
 [admin@MikroTik] > user set 0 password=123456
 Untuk menambahkan user baru (misalnya user=operator dengan password=123456) dan hanya memberikan akses ke MikroTik dari dalam LAN, dapat digunakan perintah sebagai berikut :
[admin@MikroTik] > user add name=operator group=read password=123456 address=10.10.10.0/24
 [admin@MikroTik] > user print
Flags: X – disabled
 #   NAME                        GROUP                       ADDRESS
 0   ;;; system default user
     admin                       full                        0.0.0.0/0
 1   ijc-router                  read                       10.10.10.0/24
 Bila menggunakan WinBox, maka konfigurasi dapat dilakukan melalui menu System –> Users –> Add

Identity

Identity dapat digunakan untuk membedakan mesin MikroTik dengan memberikan nama. Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
[admin@MikroTik] > system identity set name=Ijc-router
[admin@Ijc-router] >
 
Bila menggunakan WinBox, dapat dilakukan melalui menu System –> Identity

NTP (Network Time Protocol) Client

Network Time Protocol adalah protokol yang digunakan untuk sinkronisasi waktu (hari, tanggal, bulan, tahun dan jam) antara perangkat-perangkat jaringan. Terutama perangkat yang tidak memiliki battery, sedangkan perangkat tersebut harus bekerja dengan memperhatikan waktu.
Untuk sinkronisasi waktu pada Mikrotik Router, dapat digunakan NTP Server untuk Indonesia dengan server 203.160.128.3. IP Address dari NTP Server Indonesia dapat dilihat pada http://www.pool.ntp.org/zone/id
Untuk menkonfigurasikan NTP client pada Router Mikrotik dapat digunakan perintah sebagai berikut :
[admin@Ijc-router] > system ntp client set primary-ntp=203.160.128.3 enabled=yes mode=unicast 
[admin@Ijc-router] > system clock set time-zone-name=Asia/Makassar
                                            
[admin@Ijc-router] > system clock print
            time: 17:57:06
            date: feb/22/2011
  time-zone-name: Asia/Makassar
      gmt-offset: +08:00
Bila menggunakan WinBox, maka NTP Client dapat dikonfigurasikan melalui menu System > NTP Client. Sedangkan untuk melihat apakah Mikrotik telah sinkron dengan NTP Server dapat dilihat melalui menu System > Clock

Monitoring

Untuk melakukan monitoring dapat menggunakan perintah-perintah sebagai berikut :
[admin@Ijc-router] > tool ip-scan address-range=10.10.10.0/24 interface=ether2
Flags: D – dhcp
  ADDRESS         MAC-ADDRESS       TIME  DNS           SNMP           NETBIOS                    
  10.10.10.3      00:50:56:C0:00:01 0ms                                                                      
  10.10.10.2      00:0C:29:E5:CE:D0 1ms                       CLIENT2/WORKGROUP          
  10.10.10.1      00:0C:29:A0:BA:4F 0ms                             CLIENT1/WORKGROUP          
  10.10.10.1                      0ms                                                                                   
 
 
[admin@Ijc-router] > tool mac-scan ether2
MAC-ADDRESS       ADDRESS         AGE      
00:0C:29:BD:16:12 255.255.255.255 0        
00:50:56:C0:00:01 10.10.10.3      0        
00:0C:29:A0:BA:4F 10.10.10.1      1        
00:0C:29:E5:CE:D0 10.10.10.2      0     
 
 
[admin@Ijc-router] > tool torch ether2 src-address=10.10.10.0/24
SRC-ADDRESS     TX         RX         TX-PACKETS RX-PACKETS
10.10.10.3      0bps       3.8kbps    0          6        
10.10.10.1      40.7kbps   40.7kbps   4          4        
10.10.10.2      40.7kbps   40.7kbps   4          4        
 

Backup

Untuk keperluan maintenance router, berikut perintah-perintah yang dapat digunakan :
[admin@Ijc-router] > system shutdown
Shutdown, yes? [y/N]:
 
[admin@Ijc-router] > system reboot
Reboot, yes? [y/N]:
File-file konfigurasi MikroTik dapat dibackup untuk mencegah rekonfigurasi jika suatu saat akan berpindah mesin ataupun terjadi kesalahan konfigurasi. File backup tersebut dapat diambil dari MikroTik dengan melakukan drag and drop melalui menu Files pada WinBox.
Untuk melakukan backup konfigurasi, perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
[admin@Ijc-router] > system backup save
Saving system configuration
Configuration backup saved
 
[admin@Ijc-router] > file print
 # NAME                           TYPE         SIZE                 CREATION-TIME
 0 MikroTik-28032008-1031.backup  backup       11175                mar/28/2008 10:31:47
[admin@Ijc-router] >
Untuk mengembalikan file backup sehingga menjadi konfigurasi yang digunakan, dapat digunakan perintah sebagai berikut :
[admin@Ijc-router] > system backup load name=MikroTik-28032008-1031.backup
Restore and reboot? [y/N]:y
 
sumber  www[dot]ilmujaringan[dot]com
Download Konfigurasi Dasar MikroTik

Apabila link download mati atau masalah pada file silahkan tinggalkan komentar.